Fokus pada Peningkatan Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat, Program Kerja Dinsos Kota Batu
MALANG NEWS – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu memiliki beberapa program kerja yang fokus pada…
MALANG NEWS – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu memiliki beberapa program kerja yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang rehabilitasi sosial, jaminan perlindungan sosial, pemberdayaan sosial, dan penanganan fakir miskin serta orang-oramg terlantar.
Selain itu, program kerja yang dimaksud juga mencakup pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, dimana pemerlu kesejahteraan sosial tersebut, yang salah satunya untuk penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Sosial, Lilik Fariha, S.H melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Mustakim menyampaikan, bahwasanya guna menuju kesejahteraan sosial ini ada berbagai macam program.
“Ya, salah satunya bantuan sosial dan rehabilitasi sosial, untuk bantuan sosial diberikan kepada kelompok masyarakat yang memilik kategori tertentu, berdasarkan data terpadu ekonomi nasional adalah mereka yang masuk desil satu sampai desil empat yang mana data tersebut juga melalui proses ataupun pengajuan,” terangnya kepada awak media, pada Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, berdasarkan dari data tersebut, mereka ini berhak mendapatkan bantuan sosial apa tidak serta salah satunya adalah penyadang disabilitas.
“Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Sosial, sudah memberikan program bantuan sosial dalam bentuk insentif Rp 500 ribu per bulan dengan kategori tertentu seperti fakir miskin, lansia, orang terlantar, salah satunya juga penyandang disabilitas,” paparnya.
Dirinya menambahkan, bahwasanya disisi lain ada juga yang tidak memenuhi kriteria untuk menerima insentif, seperti program rehabilitasi sosial, karena ada berbagai macam bentuk salah satu contoh seperti alat bantu disabilitas ada kursi roda, alat dengar, tongkat, dan lain-lainnya, agar bisa membantu mereka beraktivitas secara normal.
“Ada juga layanan pendidikan keterampilan, semisal tahun ini kita mengadakan pelatihan semacam membatik, membuat keset, dan telur asin bagi penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, lanjut Mustakim, ada juga keterampilan pembuatan keset dan telur asin itu untuk Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) dan didukung oleh Pokok Pikran (Pokir), Katarina Dian Nefiningtias, salah seorang anggota DPRD Kota Batu.
“Kalau yang untuk reguler kita mengadakan pelatihan membatik, yang berkerjasama dengan pemerintah secara vertikal seperti Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Sosial melalui UPT Rehabilitasi Sosial di Surakarta, dikarenakan kami juga keterbatasan anggaran,” urainya.
Libatkan Peran Serta Awak Media dan Masyarakat
Selain itu, masih kata Mustakim, ada juga Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah disalurkan kepada warga Desa Pesanggrahan di 2024 lalu, lebih tepatnya di Februari sampai April.
“Dalam hal ini, tentunya kami juga merangkul semua elemen masyarakat termasuk para awak media untuk ikut terlibat, guna mengkampayekan melalui publikasi media atau pemberitaan, dan juga kepada masyarakat untuk memecahkan permasalahan sosial khususnya untuk teman-teman disabilitas, karena pemerintah tidak bisa memecahkan permasalahan ini dengan sendirinya tanpa keterlibatan semua elemen masyarakat,” ujarnya.
Berkaitan dengan program kerja Dinas Sosial Kota Batu, pihaknya berharap agar apa yang sudah menjadi program kerja sudah tepat sasaran.
“Semoga bisa menjadi program yang berkelanjutan bagi masyarakat pada umumnya, serta khususnya bagi penyadang disabilitas,” pungkas Mustakim. (Nda)
Ditulis oleh
Edo Rabmadhani