Langsung ke konten
Berita

Kejari Batu Gelar Macapat Idol ke-5, Peringati HUT RI ke-80 dan Harlah Kejaksaan ke-80

3 menit baca
8x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Kejari Batu Gelar Macapat Idol ke-5, Peringati HUT RI ke-80 dan Harlah Kejaksaan ke-80

MALANG NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80 dan…

MALANG NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80 dan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia (RI) ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batu, kembali menggelar lomba Macapat Idol ke-5, yang bertempatkan di Kejaksaan Negeri Batu, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Sabtu (30/8/2025).

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batu, Dr. Andy Sasongko, S.H., M.Hum., serta di hadiri oleh Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, M.H, Ketua DPRD Kota Batu, H. Didik Subiyanto, S.H., Sekda Kota Batu, Zadiem Efisiensi, M.Si, Kadisparta Kota Batu, Onny Ardianto, S.So, Forkopimda Kota Batu, Budayawan Kota Batu, serta seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Batu.

Baca Juga
Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Berita

Lomba Macapat Idol ini diikuti 58 peserta Sekolah Dasar (SD) se-Kota Batu, yang dimana lomba tersebut memperebutkan juara satu, dua dan tiga dari Kejaksaan Negeri Batu.

Dalam sambutannya, Kajari Batu, Dr. Andy Sasongko, S.H., M.Hum., menyampaikan, guna memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80, melalui acara Lomba Macapat ini, sebagai momentum memperkokoh pengabdian Kejaksaan Negeri Batu kepada masyarakat.

“Dengan tembang Macapat ini, kami berkomitmen menjaga budaya bangsa warisan adi luhung dan penuh pitutur luhung yang mengajarkan nilai moral, etika, serta budi pekerti dan nilai itulah yang menjadi tugas Kejaksaan mulai dari penegakan hukum, melayani, mengutamakan keadilan, serta melindungi kepentingan masyarakat,” terangnya kepada awak media.

Baca Juga
12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

Berita

Menurutnya, tembang Macapat bukan sekadar tembang biasa saja, melainkan cermin perjalanan hidup manusia dari lahir hingga tumbuh dewasa.

“Dengan usia yang ke-80 ini,kami terus berproses melalui tembang Macapat Idol, bahwa kita terus belajar dan hukum tidak boleh kering dari nilai kemanusiaan, serta hukum harus menyatu dengan budaya, adat dan kearifan lokal,” ujarnya.

Mantan Kajari Kota Malang ini juga mengapresiasi kepada seluruh seniman dan budayawan yang telah melestarikan tembang Macapat.

Baca Juga
Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Berita

“Kami mengajak seluruh jajaran Adhyaksa, mari kita jadikan hari lahir Kejaksaan ke-80 ini menjadikan momentum yang semakin dekat dengan masyarakat, menjadikan hukum sebagai pelindung dan tidak menakutkan masyarakat, serta menjadikan wajah yang humanis dan berbudaya,” tuturnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Batu menambahkan, peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-80 bukan hanya momentum penegakan hukum, tetapi juga wujud komitmen dalam menjaga budaya, membina karakter generasi muda, dan memperkuat identitas bangsa. Antusiasme para siswa dinilai sebagai bukti bahwa budaya macapat masih dicintai.

Ia berharap, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Jawa yang tercermin dari kegiatan ini dapat diwariskan terus, agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya.

Macapat Idol diharapkan melahirkan kebanggaan sekaligus memperkuat persatuan dan identitas luhur bangsa.

“Dengan adanya lomba tembang Macapat Idol ini menggambarkan kebersamaan dan tetap hidup di hati kita semua serta Kejaksaan Negeri Batu, agar semakin kuat dalam mengabdi serta semakin dicintai oleh masyarakatnya,” pungkas Andy Sasongko.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H menyampaikan, bahwa lomba Macapat merupakan ikhtiar luhur untuk nguri-uri kebudayaan Jawa, sekaligus menjaga warisan yang sarat nilai moral, religiusitas, dan falsafah hidup.

“Ajang yang digelar ini bukan sekadar lomba, melainkan juga sebagai wadah pembelajaran, terutama bagi guru Bahasa Jawa SD/MI, agar nilai luhur macapat tertanam sejak dini,” kata Cak Nur, sapaan akrabnya.

Menurutnya, pelestarian Macapat bukan hanya memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.

“Ya, tetapi juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Batu Mbatu SAE yang menekankan harmoni, keberlanjutan, serta penguatan identitas budaya,” tandasnya. (Nda)

AD 728x90 — Landscape
E

Ditulis oleh

Edo Rabmadhani

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.