Langsung ke konten
Berita

Menghentak, Warblood Gelar Festival Musik Death Metal Secara Virtual

3 menit baca
9x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Menghentak, Warblood Gelar Festival Musik Death Metal Secara Virtual

MALANG NEWS – Digelar secara virtual atau online di tengah pandemi, Festival Musik disambut antusias…

Warblood gelar festival musik Death Metal secara virtual. (Had)

MALANG NEWS – Digelar secara virtual atau online di tengah pandemi, Festival Musik disambut antusias grup band bergenre Death Metal se-Malang Raya, baru-baru ini.

Peserta konser virtual ini adalah Band underground lintas genre, meliputi Grindcore, Death Metal, Black Metal, Punk, Hard Core dan genre lainnya.

“Warblood sebagai penyelenggara event berdiri tahun 2010 di Kota Malang. Untuk eventnya sendiri (Festival Musik Death Metal) pertama kali dilaksanakan tahun 2011,” tegas owner Warblood, Aira, pada Senin (12/7/2021).

Baca Juga
Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Berita

“Saya memakai nama warblood karena banyak berita yang saya dengar waktu itu scene kalau istilahnya bahasa sekarang itu “group/kelompok/kumpulan yang ada di beberapa/banyak kota ini terkotak-kotak,” tuturnya.

“Tidak panjang lebar akhirnya Perang Darah (Warblood) event ini dilaksanakan. Dengan tujuan bahwa underground dalam dunia musik itu tidak hanya satu, tapi banyak sekali. Kalau untuk event warblood sendiri yang paling berkesan itu yang pertama dan yang ketiga,” katanya.

“Event yang pertama, ya karena eventnya berhasil. Untuk event yang ketiga, ini saya ingat betul ada salah satu personil band tertua yang ada di Kota Malang ini mengatakan, bahwa scene/kelompok yang ada di kota ini tidak akan bisa disatukan,” imbuhnya.

Baca Juga
12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

Berita

“Saya mencoba patahkan statemen tersebut, akhirnya sebagian besar (banyak) scene/kelompok itu saya undang untuk bermain di event warblood yang ketiga. Hasilnya 100 persen aman sentosa. No fight, no racism, semua berbaur jadi satu,” tukasnya.

“Untuk di masa pandemi sekarang untuk membuat event musik sangat sulit dalam segi perijinan, apalagi masalah mengundang massa, akhirnya saya sendiri dibantu teman-teman underground lainnya membuat ide untuk menjembatani ini semua. Yaitu sesi talkshow dan live session yang bisa ditayangkan di social media seperti youtube, instagram, ataupun yang lain. Ya saya tidak memungkiri mungkin sudah banyak yang seperti itu di kota-kota lain,” terangnya.

“Yang live session diadakan kemarin secara daring mengingat ada PPKM. Tidak ada kegiatan massa dan berkerumun. Tayang di portal youtube INVASION RIVAL. Ada 4 band yang mengikuti acara ini, Vomiting Intestine (psrn), DeadFaint (psrn), Intracranial Parasite (Batu), Incarnated (Malang),” jelasnya.

Baca Juga
Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Berita

“Secara garis besar, Road to WAR BLOOD FEST 9 ini mengenalkan pada publik secara visual performa para band musik underground/keras,” imbuhnya.

“Dari history mereka berdiri, apa saja yang sudah dicapai mulai dari awal sampai sekarang dan tidak lupa menyuguhkan live session dari band mereka sendiri untuk menunjukkan karyanya,” ungkapnya.

“Untuk para band/yang berkarya dalam musik underground” Stay Your Movement, No Sound You Die, No Move You Die,” katanya menyemangati.

“Untuk acara selanjut nya road to war blood fest 10, akan di adakan lagi pulang ke malang. InsyAllah antara bulan Agustus atau September. Dan buat para penggemar musik keras, jangkaukan lebih luas kepada yang lain untuk mengenalkan mereka, nikmati. Seolah-olah mereka itu adalah dirimu,” pungkasnya. (Had)

AD 728x90 — Landscape
E

Ditulis oleh

Edo Rabmadhani

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.