Langsung ke konten
Berita

Bisnis Thrifting Kala Pandemi, Pemuda Kota Malang Ini Maksimalkan Penjualan Lewat Media Digital

2 menit baca
7x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Bisnis Thrifting Kala Pandemi, Pemuda Kota Malang Ini Maksimalkan Penjualan Lewat Media Digital

MALANG NEWS – Sejak pandemi beberapa karyawan perusahaan terkena dampak pengurangan gaji bulanan, atau pemutusan…

Toko SHELLYNATION SECONDBRAND memaksimalkan media digital menjual produknya. (Had)

MALANG NEWS – Sejak pandemi beberapa karyawan perusahaan terkena dampak pengurangan gaji bulanan, atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dari permasalahan itulah menjadi langkah awal dua pemuda asal Kota Malang ini, untuk memutuskan memulai berbisnis thrifting atau menjual baju bekas di masa pandemi Corona.

Mochamad Taufik Tauafi dan Lisdya Shelly berbisnis thrifting atau menjual baju bekas kala pandemi, yang kini makin maju dan laris.

Baca Juga
Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Berita

“Iya awalnya itu iseng dan emang kami suka belanja baju bekas. Kalau istilah orang Malang kan “ndalbo”, terus mulai ramai Ramadhan 2021 kemarin, dan ya sudah mencoba untuk membuka toko,” kata Lisdya Shelly, Selasa (6/7/2021).

Ialah Mochamad Taufik Tauafi dan Lisdya Shelly, melihat peluang itu keduanya pun iseng memulai bisnis thrifting melalui online shop. Karena permintaan yang ramai, keduanya pun nekad membuka toko thrifting di kawasan Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang.

Meski terbilang memiliki hasil yang menguntungkan, namun ternyata ada tantangan yang harus diselesaikan, seperti tidak mendapatkan pakaian yang sesuai hingga kebijakan PPKM darurat yang diberlakukan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Baca Juga
12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

Berita

“Bisnis itu kan jodoh ya, di awal ketika mulai bisnis pasti kita akan menemui banyak kesalahan, ya itu yang kami rasakan, mulai dari pakaian yang sebagian tidak bisa dijual kemudian sepi karena kebijakan PPKM darurat,” imbuh wanita yang juga merupakan jurnalis Malang itu.

Untuk bertahan dengan bisnisnya, Lisdya dan Taufik mengaku harus kembali memutar otak agar toko yang dikelolanya dengan nama SHELLYNATION SECONDBRAND ini tetap ramai. Berbekal media sosial dan memberikan diskon hingga banting harga, yang membuat toko yang didirikan baru satu bulan itu tak pernah sepi pengunjung.

“Kami memaksimalkan promo produk lewat media digital. Kami bersyukur jualan terus ramai. Kita harus fokus dan bersemangat untuk bisa sukses dan jangan lupa berbagi dengan sesama,” urai Lisdya Shelly mengakhiri. (Had)

Baca Juga
Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Berita
AD 728x90 — Landscape
E

Ditulis oleh

Edo Rabmadhani

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.