Langsung ke konten
Berita

Huntara Warga Sukodono Dampit Terbangun, Warga Bersyukur

2 menit baca
8x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Huntara Warga Sukodono Dampit Terbangun, Warga Bersyukur

MALANG NEWS – Rasa suka berbagi dan menolong sesama, menjadi aset penting manakala sebuah daerah…

Huntara yang sudah dibangun. (Had)

MALANG NEWS – Rasa suka berbagi dan menolong sesama, menjadi aset penting manakala sebuah daerah terkena dampak bencana alam seperti gempa 6,1 SR yang mengguncang Malang Selatan beberapa waktu lalu.

Tak hanya menimbulkan korban jiwa, namun akibat dari gempa ini juga memupus harapan sebagian korban yang diperkirakan tidak bisa tersenyum ceria seperti Lebaran tahun lalu.

Hal ini karena berdasar data, total ada 9 ribu rumah rusak terkena imbas bencaa Lindu jelang Ramadhan 1442 Hijriyah ini. Hal ini berarti untuk recovery membutuhkan waktu, biaya dan tenaga yang tidak sedikit.

Baca Juga
Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Berita

Hal tersebut (rumah rusak kena gempa) tak terkecuali juga menimpa rumah warga di Kemudinan Dusun Wonosari, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Berkat kerjasama, keikhlasan dan gotong-rotong akhirnya bisa terbangun hunian sementara (Huntara).

“Ada satu warga yang tinggal di kandang ternak yaitu Bapak Harianto RT 27. Karena dia tidak punya pilihan. Separuh kandang dibuat tempat tidur. Karena Ia tidak punya pilihan lain, karena keluarga tidak mampu,” tutur Ketua RT setenpat Heri, pada Selasa (27/4/2021).

Baca Juga
12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

Berita

Atas saran beberapa pihak dan setelah diskusi (musyawarah) di forum solidaritas warga Sukodono, akhirnya diputuskan untuk membangun rumah sementara bagi korban.

Pilihan membangun Huntara dilakukan, meski ada janji dibuatkan Huntara oleh pemerintah.

“Akhirnya semua bergerak, pemuda dan masyarakat ikut bergerak, setelah itu dishare dan akhirnya pihak pemerintah desa ikut membantu,” jelas Heri.

Baca Juga
Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Berita

Senin kemarin, lanjut dia, hunian sementara sudah berdiri. Tembok setinggi  40 cm, atap genteng yang bisa dipakai dipakai, material bantuan dari berbagai pihak dipakai, dan akhirnya bisa berdiri.

“Ini menjadi sebuah contoh untuk mengorganisasi lingkungan dalam situasi bencana, karena lingkungan terkadang bingung untuk melakukan langkah solusi. Diharapkan semua pihak mempunyai kepedulian tinggi, tanggap situasi serta mampu memberikan solusi, agar korban bencana cepat tertangani dan kembali ceria,” pungkasnya. (Had)

AD 728x90 — Landscape
E

Ditulis oleh

Edo Rabmadhani

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.